‘ RinariN ‘

Mei 5, 2008

Momentum 1 Abad Kebangkitan Nasional? BO vs SI

Diarsipkan di bawah: uneg-uneg — by rinarin @ 8:14 am

Di berbagai media, di tengah kesulitan hidup yang kian melilit rakyat, di tengah kemiskinan yang kian menjadi, di tengah keputus-asaan rakyat banyak yang kian membuncah, di tengah himpitan kemelaratan, di tengah pesta korupsi dan mark-up anggaran negara (baca: uang rakyat) yang dilakukan para pejabat negara, memasuki bulan Mei 2008 bangsa ini dicekoki dengan ‘Momentum 1 Abad Kebangkitan Nasional’. Hal ini tentunya dikaitkan dengan berdirinya organisasi Boedhi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908.

BO sama sekali tidak berhak dijadikan tongak kebangkitan nasional karena BO sama sekali tidak pernah mencita-citakan kemerdekaan, pro-penjajahan yang dilakukan Belanda, dan banyak tokohnya anggota aktif Freemasonry yang merupakan organisasi pendahulu dari Zionisme. Seharusnya, tonggak kebangkitan nasional disematkan pada momentum berdirinya organisasi Syarikat Dagang Islam (SDI) yang kemudian berubah menjadi Syarikat Islam (SI) pada tahun 1905, tiga tahun sebelum BO.

Dipilihnya tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, sesungguhnya merupakan suatu penghinaan terhadap esensi perjuangan merebut kemerdekaan yang diawali oleh tokoh-tokoh Islam. Karena organisasi Syarikat Islam (SI) yang lahir terlebih dahulu dari Boedhi Oetomo (BO), yakni pada tahun 1905, yang jelas-jelas bersifat nasionalis, menentang penjajah Belanda, dan mencita-citakan Indonesia merdeka, tidak dijadikan tonggak kebangkitan nasional.

Mengapa BO yang terang-terangan antek penjajah Belanda, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, a-nasionalis, tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, dan anti-agama malah dianggap sebagai tonggak kebangkitan bangsa? Ini jelas kesalahan fatal.

BO didirikan di Jakarta tanggal 20 Mei 1908 atas prakarsa para mahasiswa kedokteran STOVIA, Soetomo dan kawan-kawan. Perkumpulan ini dipimpin oleh para ambtenaar, yakni para pegawai negeri yang setia terhadap pemerintah kolonial Belanda. BO pertama kali diketuai oleh Raden T. Tirtokusumo, Bupati Karanganyar kepercayaan Belanda, yang memimpin hingga tahun 1911. Kemudian dia diganti oleh Pangeran Aryo Notodirodjo dari Keraton Paku Alam Yogyakarta yang digaji oleh Belanda dan sangat setia dan patuh pada induk semangnya.

Karena sifatnya yang tunduk pada pemerintahan kolonial Belanda, maka tidak ada satu pun anggota BO yang ditangkap dan dipenjarakan oleh Belanda. Arah perjuangan BO yang sama sekali tidak berasas kebangsaan, melainkan chauvinisme sempit sebatas memperjuangkan Jawa dan Madura saja telah mengecewakan dua tokoh besar BO sendiri, yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya hengkang dari BO.

Bukan itu saja, di belakang BO pun terdapat fakta yang mencengangkan. Ketua pertama BO yakni Raden Adipati Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, ternyata adalah seorang anggota Freemasonry. Dia aktif di Loge Mataram sejak tahun 1895.

Guna mengetahui perbandingan antara kedua organisasi tersebut—SI dan BO—maka di bawah ini dipaparkan perbandingan antara keduanya:

Tujuan:

- SI bertujuan Islam Raya dan Indonesia Raya,

- BO bertujuan menggalang kerjasama guna memajukan Jawa-Madura (Anggaran Dasar BO Pasal 2).

Sifat:

- SI bersifat nasional untuk seluruh bangsa Indonesia,

- BO besifat kesukuan yang sempit, terbatas hanya Jawa-Madura,

Bahasa:

- SI berbahasa Indonesia, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Indonesia,

- BO berbahasa Belanda, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Belanda

Sikap Terhadap Belanda:

- SI bersikap non-koperatif dan anti terhadap penjajahan kolonial Belanda,

- BO bersikap menggalang kerjasama dengan penjajah Belanda karena sebagian besar tokoh-tokohnya terdiri dari kaum priyayi pegawai pemerintah kolonial Belanda,

Sikap Terhadap Agama:

- SI membela Islam dan memperjuangkan kebenarannya,

- BO bersikap anti Islam dan anti Arab (dibenarkna oleh sejarawan Hamid Algadrie dan Dr. Radjiman)

Perjuangan Kemerdekaan:

- SI memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mengantar bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan,

- BO tidak pernah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan telah membubarkan diri tahun 1935, sebab itu tidak mengantarkan bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan,

Korban Perjuangan:

- Anggota SI berdesak-desakan masuk penjara, ditembak mati oleh Belanda, dan banyak anggotanya yang dibuang ke Digul, Irian Barat,

- Anggota BO tidak ada satu pun yang masuk penjara, apalagi ditembak dan dibuang ke Digul,

Kerakyatan:

- SI bersifat kerakyatan dan kebangsaan,

- BO bersifat feodal dan keningratan,

Melawan Arus:

- SI berjuang melawan arus penjajahan,

- BO menurutkan kemauan arus penjajahan,

Kelahiran:

- SI (SDI) lahir 3 tahun sebelum BO yakni 16 Oktober 1905,

- BO baru lahir pada 20 Mei 1908,

Jadi, mengapa Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei? Adakah alasan untuk mempertahankan 20 Mei?
Harusnya, mulai hari ini juga kita menghitamkan tanggal 20 Mei dan melingkari dengan spidol merah tanggal 16 Oktober sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

7 mitos salah yang dipercaya oleh dokter

Diarsipkan di bawah: uneg-uneg — by rinarin @ 8:12 am

Budaya populer dipenuhi oleh mitos dan legenda. Sebagian besar tidak berbahaya. Namun ketika dokter mulai percaya dengan mitos, mungkin ini sudah saatnya untuk waspada.

Mitos: Manusia hanya menggunakan 10 persen dari kapasitas otaknya.

Fakta: Dokter dan pelawak, sering mensitasi pernyataan ini. Ia sering secara sembrono dihubungkan dengan Albert Einstein. Namun scan MRI, scan PET, dan studi radiologi telah menunjukkan bahwa tidak ada area mengganggur (dormant) pada otak. Setelah melihat neuron individu pada sel, ternyata tidak ditemukan area yang inaktif. Studi metabolik mengenai bagaimana sel otak memproses kimiawi tubuh menunjukkan tidak adanya area yang tidak berfungsi. Menurut dr Aaron Caroll, asisten profesor pediatrik, mitos ini kemungkinan berasal dari para motivator kepribadian di tahun 1900an yang ingin meyakinkan audiensnya bahwa mereka belum mencapai potensi mereka secara penuh.

Mitos: Anda sebaiknya minum setidaknya delapan gelas perhari.

Fakta: “Tidak ada bukti medis yang menyatakan bahwa anda memerlukan air sebanyak itu”. Demikian kata dr. Rachel Vreeman, peneliti pediatrik. Menurut Vreeman, mitos ini berasal dari tahun 1945, dimana Badan Nutrisi Amerika Serikat merekomendasikan bahwa seorang individu mengkonsumsi cairan sebanyak 8 gelas. Bersamaan dengan berjalannya waktu, kata ‘cairan’ berubah menjadi air. Namun air yang berada pada buah, sayuran, kopi, dan cairan lainnya seharusnya juga dihitung.

Mitos: Kuku jari dan rambut akan tumbuh setelah kematian.

Fakta: Sebagian besar dokter pada awalnya meyakini hal ini. Namun setelah mereka pikirkan lebih jauh, ini tidak mungkin. Yang terjadi adalah sebagai berikut. “Sewaktu kulit tubuh mengering, jaringan lunak, terutama kulit, mengalami pengkerutan’. Demikian kata Vreeman. “ Kuku kelihatan lebih terlihat sewaktu kulit mengering. Hal yang sama juga terjadi dengan rambut, namun tidak terlalu jelas. Ketika kulit menyusut kedalam, rambut terlihat lebih kelihatan di permukaan kulit.”

Mitos: Rambut yang dicukur tumbuh lebih cepat, lebih gelap, dan lebih besar.

Fakta: Pada uji klinis tahun 1928 telah membandingkan pertumbuhan rambut di bagian kulit kepala yang dicukur dan yang tidak dicukur. Rambut yang digantikan oleh rambut yang dicukur ternyata tidak lebih gelap, lebih tebal, atau lebih cepat pertumbuhannya. Kajian yang lebih mutakhir telah mengkonfirmasikan hal ini. Inilah yang terjadi. Ketika rambut mulai tumbuh setelah dicukur, ia tumbuh dengan ujung tumpul, demikian penjelasan Caroll dan Vreeman. Seiring dengan berjalannya waktu, ujung tumpul tersebut menjadi semakin tumpul, sehingga rambut menjadi kelihatan lebih tebal. Rambut yang baru tumbuh bisa kelihatan lebih gelap juga, karena ia belum terkena paparan sinar matahari.

Mitos: Membaca di lampu redup merusak penglihatan.

Fakta: Peneliti tidak menemukan bukti bahwa membaca di lampu redup menyebabkan kerusakan mata permanen. Ia dapat menyebabkan tegangan mata dan sementara mengurangi ketajaman penglihatan, yang segera akan pulih.

Mitos: Makan Kalkun membuat mengantuk.

Fakta: Bahkan Carroll dan Vreeman meyakini hal ini, sampai mereka melakukan riset. Yang dipelajari, ternyata terdapat zat triptofan di kalkun yang menyebabkan ngantuk. Namun kalkun tidak mengandung zat itu lebih banyak daripada ayam atau sapi. Mitos ini didorong oleh fakta bahwa kalkun sering dimakan secara ‘kolosal’ bersama hidangan lain sewaktu liburan, sering kali dengan minuman keras. Dua hal itu bisa menyebabkan rasa kantuk.

Mitos: Ponsel dilarang digunakan di rumah sakit.

Fakta: Tidak ditemukan adanya kasus kematian berhubungan dengan hal ini. Kasus interferensi dengan instrumen rumah sakit biasanya tidak serius, demikian temuan peneliti. Dalam satu kasus, handphone ditemukan telah menginterferensi 4 persen dari instrumen, namun hanya ketika telfon berada dalam jarak 1 meter dari instrumen. Kajian yang lebih baru, tahun ini, menemukan tidak adanya interferensi pada 300 tests di 75 ruang perawatan. “Ketika kami mendiskusikan kajian ini, dokter kelihatan tidak percaya bahwa handphone tidak menggagu instrumen.’ Demikian kata Vreeman. “Namun setelah kami memaparkan bukti medis, mereka akhirnya percaya bahwa kepercayaan seperti itu tidak tepat.”

Program Heap Sort

Diarsipkan di bawah: Java programming — by rinarin @ 8:11 am

class MyNode {
private int iData;

public MyNode(int key) {
iData = key;
}

public int getKey() {
return iData;
}

}

public class HeapSort {
private MyNode[] heapArray;

private int maxSize;

private int currentSize; // number of items in array

public HeapSort(int mx) {
maxSize = mx;
currentSize = 0;
heapArray = new MyNode[maxSize];
}

public MyNode remove()
{
MyNode root = heapArray[0];
heapArray[0] = heapArray[--currentSize];
trickleDown(0);
return root;
}

public void trickleDown(int index) {
int largerChild;
MyNode top = heapArray[index];
while (index < currentSize / 2)
{
int leftChild = 2 * index + 1;
int rightChild = leftChild + 1;
// find larger child
if (rightChild < currentSize
&&
heapArray[leftChild].getKey() < heapArray[rightChild]
.getKey())
largerChild = rightChild;
else
largerChild = leftChild;

if (top.getKey() >= heapArray[largerChild].getKey())
break;

heapArray[index] = heapArray[largerChild];
index = largerChild;
}
heapArray[index] = top;
}

public void displayHeap() {
int nBlanks = 32;
int itemsPerRow = 1;
int column = 0;
int currentIndex = 0;
while (currentSize > 0)
{
if (column == 0)
for (int k = 0; k < nBlanks; k++)
System.out.print(‘ ‘);
System.out.print(heapArray[currentIndex].getKey());

if (++currentIndex == currentSize) // done?
break;

if (++column == itemsPerRow) // end of row?
{
nBlanks /= 2;
itemsPerRow *= 2;
column = 0;
System.out.println();
} else
for (int k = 0; k < nBlanks * 2 – 2; k++)
System.out.print(‘ ‘); // interim blanks
}
}

public void displayArray() {
for (int j = 0; j < maxSize; j++)
System.out.print(heapArray[j].getKey() + ” “);
System.out.println(“”);
}

public void insertAt(int index, MyNode newNode) {
heapArray[index] = newNode;
}

public void incrementSize() {
currentSize++;
}

public static void main(String[] args){
int size, i;

size = 10;
HeapSort theHeap = new HeapSort(size);

for (i = 0; i < size; i++) {
int random = (int) (java.lang.Math.random() * 10);
MyNode newNode = new MyNode(random);
theHeap.insertAt(i, newNode);
theHeap.incrementSize();
}

System.out.print(“Random: “);
theHeap.displayArray();
for (i = size / 2 – 1; i >= 0; i–)
theHeap.trickleDown(i);

System.out.print(“Heap:   “);
theHeap.displayArray();
theHeap.displayHeap();
for (i = size – 1; i >= 0; i–) {
MyNode biggestNode = theHeap.remove();
theHeap.insertAt(i, biggestNode);
}
System.out.print(“\n\nSorted: “);
theHeap.displayArray();
}
}

Program Quick Sort

Diarsipkan di bawah: Java programming — by rinarin @ 8:10 am

import java.util.*;

class Node{
int data;
boolean status;

public Node(){
status = false;
}
}

public class QuickSort {
static int bintang;
public static void main(String[] args){
Scanner input = new Scanner (System.in);

Node[] angka;
System.out.println(“Masukkan bilangan (dipisah spasi) :”);
String bil = input.nextLine();
String[] in = bil.split(” “);

angka = new Node[in.length];
for(int i=0;i<in.length;i++){
angka[i] = new Node();
angka[i].data = Integer.parseInt(in[i]);
}

quickSort(angka);
System.out.println(“Hasil sorting :”);
cetak(angka);
}

static void cetak(Node[] angka){

for(int i=0;i<angka.length;i++){
if(i==bintang)
System.out.print(“*   “);
else  System.out.print(angka[i].data+”   “);
}
System.out.println();
}

static void quickSort (Node[] angka){
int pivot,pivotIndex,pointer;

if(angka.length>=1){

pivotIndex = 0;
pointer = angka.length;
boolean kanan = true;

while(pivotIndex<angka.length-1){
pivot = angka[pivotIndex].data;
pointer–;
while(pointer!=pivotIndex){
if(kanan){
if(angka[pointer].data<pivot){
angka[pivotIndex].data = angka[pointer].data;
int temp = pivotIndex;
pivotIndex = pointer;
pointer = temp+1;
kanan = false;
}
else  pointer–;
}
else{
if(angka[pointer].data>pivot){
angka[pivotIndex].data = angka[pointer].data;
int temp = pivotIndex;
pivotIndex = pointer;
pointer = temp-1;
kanan = true;
}
else  pointer++;
}
bintang = pivotIndex;
System.out.println(“Pivot = “+pivot);
cetak(angka);
System.out.println();
}
angka[pivotIndex].data = pivot;
angka[pivotIndex].status = true;

bintang = angka.length;
cetak(angka);
System.out.println();

pivotIndex = 0;
while(pivotIndex<angka.length && angka[pivotIndex].status)
pivotIndex++;
pointer = pivotIndex + 1;
while(pointer<angka.length && !angka[pointer].status)
pointer++;
kanan = true;
}
}
}
}

Program Merge Sort

Diarsipkan di bawah: Java programming — by rinarin @ 8:09 am

public class MergeSort {
private long[] theArray;

private int nElems;

public MergeSort(int max) {
theArray = new long[max];
nElems = 0;
}

public void insert(long value) {
theArray[nElems] = value; // insert it
nElems++; // increment size
}

public void display() {
for (int j = 0; j < nElems; j++)
System.out.print(theArray[j] + ” “);
System.out.println(“”);
}

public void mergeSort() {
long[] workSpace = new long[nElems];
recMergeSort(workSpace, 0, nElems – 1);
}

private void recMergeSort(long[] workSpace, int lowerBound, int upperBound) {
if (lowerBound == upperBound) // if range is 1,
return; // no use sorting
else { // find midpoint
int mid = (lowerBound + upperBound) / 2;
// sort low half
recMergeSort(workSpace, lowerBound, mid);
// sort high half
recMergeSort(workSpace, mid + 1, upperBound);
// merge them
merge(workSpace, lowerBound, mid + 1, upperBound);
}
}

private void merge(long[] workSpace, int lowPtr, int highPtr, int upperBound) {
int j = 0; // workspace index
int lowerBound = lowPtr;
int mid = highPtr – 1;
int n = upperBound – lowerBound + 1; // # of items

while (lowPtr <= mid && highPtr <= upperBound)
if (theArray[lowPtr] < theArray[highPtr])
workSpace[j++] = theArray[lowPtr++];
else
workSpace[j++] = theArray[highPtr++];

while (lowPtr <= mid)
workSpace[j++] = theArray[lowPtr++];

while (highPtr <= upperBound)
workSpace[j++] = theArray[highPtr++];

for (j = 0; j < n; j++)
theArray[lowerBound + j] = workSpace[j];
}

public static void main(String[] args) {
int maxSize = 100; // array size
MergeSort arr = new MergeSort(maxSize); // create the array

arr.insert(14);
arr.insert(21);
arr.insert(43);
arr.insert(50);
arr.insert(62);
arr.insert(75);
arr.insert(14);
arr.insert(2);
arr.insert(39);
arr.insert(5);
arr.insert(608);
arr.insert(36);
System.out.print(“Sebelum disorting : “);
arr.display();
arr.mergeSort();
System.out.print(“\nSetelah disorting : “);
arr.display();
System.out.println();
}
}

Program Insertion Sort

Diarsipkan di bawah: Java programming — by rinarin @ 8:09 am

import java.util.*;

class node{
int data;
node next,prev;
public node(int n){
data = n;
next = prev = null;
}
}

class list{
node head,tail;
public list(){
head = tail = null;
}

void addLast(int n){
node input = new node(n);
if(head==null){
head = tail = input;
}
else{
tail.next = input;
input.prev = tail;
tail = input;
}
}

public void insertion()
{
node flag=head;
node pencari;
int temp;
do
{
if (flag.next.data<flag.data)
{
pencari=flag;
while (flag.next.data>pencari.data)
{
pencari=pencari.prev;
}
temp=pencari.data;
pencari.data=flag.next.data;
flag.next.data=temp;
}
flag=flag.next;
} while (flag.next!=null);
}

void cetak (){
node temp = head;
while(temp!=null){
System.out.print(temp.data+” “);
temp = temp.next;
}
}
}

public class InsertionSort{
public static void main (String[] args){
Scanner input = new Scanner (System.in);
System.out.print(“Jumlah bilangan : “);
int n = input.nextInt();
list angka = new list();

System.out.println(“Masukkan bilangan :”);
for(int i=0;i<n;i++) {
System.out.print(“=> “);
int a = input.nextInt();
angka.addLast(a);
}

System.out.println(“Urutan bilangan dari kecil ke besar :”);
for(int i=0;i<n-1;i++){
angka.insertion();
}
angka.cetak();
System.out.println();
}
}

Program Selection Sort

Diarsipkan di bawah: Java programming — by rinarin @ 8:06 am

import java.util.*;

class node {
int data;
node next,prev;
public node (int n) {
data = n;
next = prev = null;
}
}

class list {
node head,tail;
public list () {
head = tail = null;
}

void addLast(int n) {
node input = new node(n);
if(head==null) {
head = tail = input;
}
else {
tail.next = input;
input.prev = tail;
tail = input;
}
}

void urutkan() {
node satu = head;
while(satu!=tail && satu!=null) {
node dua = satu, jalan = satu.next;
while(jalan!=null){
if(jalan.data<dua.data)
dua = jalan;
jalan = jalan.next;
}
if(satu!=dua)
tukar(satu,dua);

satu = satu.next;
}
}

void tukar(node satu,node dua) {
int temp = dua.data;
dua.data = satu.data;
satu.data = temp;
}

void cetak () {
node temp = head;
while(temp!=null) {
System.out.print(temp.data+” “);
temp = temp.next;
}
}
}

public class SelectionSort {
public static void main (String[] args) {
Scanner input = new Scanner (System.in);
System.out.print(“Jumlah bilangan : “);
int n = input.nextInt();
list angka = new list();

System.out.println(“Masukkan bilangan :”);
for(int i=0;i<n;i++) {
System.out.print(“>> “);
int a = input.nextInt();
angka.addLast(a);
}

System.out.println(“Urutan bilangan dari kecil ke besar :”);
angka.urutkan();
angka.cetak();
System.out.println();
}
}

Program Bubble Sort

Diarsipkan di bawah: Java programming — by rinarin @ 8:06 am

import java.util.*;

class node {
int data;
node next,prev;
public node (int n) {
data = n;
next = prev = null;
}
}

class list {
node head,tail;
public list () {
head = tail = null;
}

void addLast(int n) {
node input = new node(n);
if(head==null) {
head = tail = input;
}
else {
tail.next = input;
input.prev = tail;
tail = input;
}
}

void urutkan() {
node satu = head, dua = head, ulang = head;
while(ulang!=tail){
satu = head;
while(satu != null){
dua = satu.next;
if(dua != null){
if(dua.data<satu.data)
tukar(satu,dua);
}
satu=satu.next;
}
ulang=ulang.next;
}

}

void tukar(node satu,node dua) {
int temp = dua.data;
dua.data = satu.data;
satu.data = temp;
}

void cetak () {
node temp = head;
while(temp!=null) {
System.out.print(temp.data+” “);
temp = temp.next;
}
}
}

public class BubleSort {
public static void main (String[] args) {
Scanner input = new Scanner (System.in);
System.out.print(“Jumlah bilangan : “);
int n = input.nextInt();
list angka = new list();

System.out.println(“Masukkan bilangan :”);
for(int i=0;i<n;i++) {
System.out.print(“>> “);
int a = input.nextInt();
angka.addLast(a);
}

System.out.println(“Urutan bilangan dari kecil ke besar :”);
for(int i=0;i<n-1;i++){
angka.urutkan();
}
angka.cetak();
System.out.println();
}
}

Program Binary Search

Diarsipkan di bawah: Java programming — by rinarin @ 8:02 am

import java.util.Scanner;

class ArrayQ{
int[] data;
int pj;

public ArrayQ(int ArrayQ){
data = new int[ArrayQ];
pj=0;
}

void insert(int angka){
int i;
for(i=0; i<pj; i++){
if(data[i] > angka)
break;
}

for(int j=pj; j>i; j–){
data[j] = data[j-1];
}
data[i] = angka;
pj++;
}

void display(){
for(int i=0; i<pj; i++)
System.out.print(data[i] + ” “);
System.out.println();
}

void searching(int key){
System.out.println(“\nProses Pencarian Angka “+key);

int bawah=0;
int tengah;
int atas = pj-1;

while(atas>=bawah){
tengah=(bawah+atas)/2;
if(data[tengah]==key){
System.out.println(“Status : ditemukan!!”);
return;
}
else{
if (data[tengah]<key) bawah = tengah+1;
else atas = tengah-1;
}
}

System.out.println(“Status : tidak ditemukan!!”);
}
}

public class BinarySearch{
public static void main(String[] args){
System.out.println(“^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^”);
System.out.println(” Binary Search\n “);
System.out.println(“^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^”);
Scanner input = new Scanner(System.in);
System.out.print(“Jumlah angka = “);
int jumlah = input.nextInt();

ArrayQ list;
list = new ArrayQ(jumlah);

System.out.println(“Masukkan angka :”);
int[] angka=new int[jumlah];
for(int i=0;i<jumlah;i++){
System.out.print(“>> “);
angka[i] = input.nextInt();
list.insert(angka[i]);
}

list.display();
System.out.println(“\nDicari : “);
int cari = input.nextInt();

list.searching(cari);
// System.out.println(“Status : ditemukan!!”);
// System.out.println(“Status : tak ditemukan!!”);

System.out.println();
}
}

Program Linear Search

Diarsipkan di bawah: Java programming — by rinarin @ 8:00 am

import java.util.Scanner;

class Node {
int data,index;
Node next;
public Node(int data,int index){
this.data=data;
this.index=index;
}
}

class LinkedList{
Node head, tail;

void addLast(int nilai,int id){
Node input=new Node(nilai,id);

if(head==null){
head=tail=input;
}
else{
tail.next=input;
tail=input;
}
}

void display(){
Node temp=head;
while(temp!=null){
System.out.print(temp.data+” “);
temp=temp.next;
}
}

void searching(int key){
Node temp = head;
System.out.println(“\nProses Pencarian Angka “+key);
while(temp!=null){
if(temp.data==key){
System.out.println(“Status : ditemukan di indeks ke-”+temp.index);
break;
}
else
temp=temp.next;
}
if(temp==null)
System.out.println(“Status : tak ditemukan!!”);

}

}

public class LinearSearch{
public static void main(String[] args){
System.out.println(“^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^”);
System.out.println(” Linear Search\n “);
System.out.println(“^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^”);

LinkedList list=new LinkedList();
Scanner input = new Scanner(System.in);
System.out.print(“Jumlah angka = “);
int jumlah = input.nextInt();
input = new Scanner(System.in);
System.out.println(“Masukkan angka :”);
int angka;
for(int i=0;i<jumlah;i++){
System.out.print(“>> “);
angka = input.nextInt();
list.addLast(angka,i); // nama team disimpan dalam queue
}

list.display();
System.out.print(“\nDicari : “);
int cari = input.nextInt();
list.searching(cari);
System.out.println();
}
}

Halaman Berikutnya »

Didukung oleh WordPress.com