‘ RinariN ‘

Juli 15, 2008

Hidup Mahasiswa !!!

Diarsipkan di bawah: uneg-uneg — by rinarin @ 5:15 pm

Waktu mo Sys (camp pengkaderan di TC ITS), kita2 para peserta sys disodorin secarik kertas berisi beberapa lagi perjuangan yang kudu dihapal. Selintas baca, dibenak sy terlintas pikiran, “Wew, baru tau ada lagu kyk gini.” Seperti apa lagunya? Sy postingin satu lagu aja ya. [jgn banyak2, ntar batuk. Lhoh??]

Darah Juang

Di sini negri kami

Tempat padi terhampar

Samudranya kaya raya

Tanah kami subur, Tuhan..

Di negeri permai ini

Berjuta rakyat bersimbah luka

Anak kurus tak sekolah

Pemuda desa tak kerja

Mereka dirampas haknya

Tergusur dan lapar

Bunda, relakan darah juang kami

Untuk membebaskan rakyat

Mereka dirampas haknya

Tergusur dan lapar

Bunda, relakan darah juang kami

Padamu kami berjanji

Sederhana bgt lagunya. Dengan irama balada, kalem bgt. Tapi kalo dinyanyiin dengan penuh penghayatan, wew, miris..

So, sebagai pemuda Indonesia, tau yang musti dilakuin kan?? Yah, meskipun gag sampe beneran berdarah2 (namanya juga darah juang). Kita sebagai mahasiswa, bukan sekedar kuliah nglanjutin sekolah, bukan sekedar nyar titel biar gampang nyari kerja, bukan sekedar ngikutin tren, tapi kita.. di tangan kita ini lah tergenggam arah bangsa. Kita kuliah juga pake duit rakyat. Dengan duit itu diharap kita bisa membawa rakyat ke penghidupan yang lebih baik.

Okelah, istilahnya ada 3 macem mahasiswa, study-oriented, organization-oriented, dakwah-oriented. Teserah mo jadi yang mana. Tapi semua tujuannya ya satu, membawa ke Indonesia yang lebih baik.

Dengan jadi mahasiswa study-oriented, kita bisa blajar yang ruajjiiiinnn, dapet ilmu banyak, IP bagguss. Tapi setelah itu, jangan kabur ke luar negeri trus kerja di sana, ikut kerja ma orang sana, cuma gara2 kerja lebih prospek di sana. Dengan ilmu ntu, terapin untuk memajukan Indonesia.

Dengan jadi mahasiswa organization-oriented, ikut HM, BEM, LM, dll dkk dst dikit-dikit kita udah belajar jadi politisi, tapi ikutan organisasi yang bener, yang lurus. Lha terus?? Ya iya, ntar yang ngegantiin bapak-bapak (ibu-ibu juga ada) subur yang duduk di kursi empuk trus dapet gaji gedhe yang kerjanya rapat trus studi banding ke luar negeri, sapa lagi kalo bukan dari kita-kita?? Trus, kalo kita sama aja kyk beliau-beliau ntu, kapan Indonesia mo maju??

Dengan jadi mahasiswa dakwah-oriented, kita bisa mengontrol moral-moral para mahasiswa dan masyarakat saat ini. Biar gag bejat, biar masi di jalan-Nya. Kalo moralnya sip, pasti tar bakal mikir 1000x kalo mo apa namanya? O iya, ntu lho.. korupsi.

4 Pola Watak Teori Kepribadian Hippocrates

Diarsipkan di bawah: uneg-uneg — by rinarin @ 5:14 pm

Kembali ke zaman para filsuf Yunani purba, Hipocrates, bapak kedokteran modern, mulai mengobservasi para pasiennya. Dia menemukan bahwa sementara tidak ada 2 orang yang tepat sama, banyak yang mempunyai ciri khas serupa. Satu kelompok sering berbagi pola perilaku tertentu yang konsisten. Pada segi lain, kelompok lainnya memperlihatkan rangkaian perilaku yang yang sangat berbeda, walaupun mereka bertindak secara konsisten di dalam kelompoknya. Begitu Hippocrates dan rekan-rekan sekerjanya memperhatikan ke dalam kelompok mana seseorang cocok, mereka bisa dengan akurat meramalkan aspek-aspek lain tentang tanggapan orang itu terhadap kehidupan. Mereka menyebut orang-orang yang ciri khasnya jelas suka ribut dan terlambat, optimistis, dan menyukai kesenangan “Sanguinis”. Mereka menyebut orang-orang yang suka menjadi pemimpin kelompok dan cenderung sok berkuasa “Koleris”. Orang-orang yang perlu agar seluruh kehidupannya teratur dan lebih pemurung dari pada lain-lainnya diberi nama “Melankolis”. Dan akhirnya, mereka menunjuk orang-orang yang mudah menuju arah mana saja selama orang lain membuat pilihan sebagai “Phlegmatis”.

Hippocrates tadinya merasa bahwa setiap kelompok berperilaku seperti itu karena adanya cairan tubuh tertentu. Kata “Sanguine” berarti darah serta berhubungan dengan energi tinggi dan optimisme. “Choleric” adalah empedu kuning yang berhubungan dengan kontrol dan kemarahan. “Melancholy” mewakili empedu hitam dan dipilih karena kedalaman intelegensi dan kecenderungan orang itu ke arah tekanan jiwa. “Phlegmatic” berasal dari phlegma (lendir) tubuh yang menjaga orang itu agar tetap damai, pasif, dan mantap.

    1. TIPE SANGUNIS. Kelebihan: merupakan tipe kepribadian yang menarik n orang dengan tipe ini kalo ngobrol dengan orang lain sering nyambung-nya, suka ngobrol (talk active), cenderung ekstrovert, spontan, lincah, periang, punya rasa humor yang tinggi (cocok banget sebagai MC atau host), cenderung emosional, penuh ekspresif (cocok banget jadi artis, seniman drama atau teater), riang, penuh semangat, dia hanya memperhatikan “hidupnya yang masa sekarang” n kurang mempedulikan (cuek) dengan “masa depannya”, kurang konsisten, cenderung kekanak-kanakan (infantil), mudah berteman, antusias, mudah diubah, berhati tulus, kreatif, inovatif, mencintai orang n suka dipuji, ia punya filosofi “mendingan punya banyak teman daripada pacar yang nyebel’in atau pacar yang mengekang dirinya, yang paling keliatan dari orang dengan tipe ini adalah narsis-nya itu loh (gw banget…). Kelemahan: berbicara terlalu banyak sehingga sering dijuluki NATO (Not Action Talking Only), mementingkan diri sendiri (agak egois) n kurang peka, mempunyai temen yang nggak tetap, pelupa (bukan amnesia loh…), sering menyela pembicaraan n menjawab pertanyaan untuk orang lain, orang lain kurang dapat membedakan jika dirinya sedang sedih atau bahagia (ekspresinya sama saja), nggak dewasa n nggak tertib.
    2. TIPE KOLERIS. Kelebihan: berbakat menjadi pemimpin (gw banget…), menjadi leader dalam kelompoknya (cocok banget jadi kepala sekolah, lawyer, manager, HRD, kepala bagian), dinamis, aktif, produktif, memperbaiki kesalahan (koreksi diri), kemauan kuat n tegas, tidak mudah patah semangat, mandiri, memancarkan aura keyakinan (gw banget…), bisa menjalankan apa aja (unggul) dalam keadaan darurat, tidak terlalu perlu teman, bersedia memimpin atau mengorganisasi, terorganisasi dengan baik, cenderung berjiwa spekulan (gembling), tertib, terstruktur, terorganisasi, rapi n biasanya selalu benar. Kelemahan: pekerja keras “gila kerja” (workaholic), jarang bisa rileks, kalo udah kenal yang namanya “bisnis yang bisa hasil’in duit” penginnya “kejar setoran terus”, terlalu mandiri, kejar target, kurang bisa mengendalikan diri sehingga terkadang menyepelekan kepemimpinan orang lain, berpotensi mempunyai penyakit hipertensi; stroke, kurang tau bagaimana cara menangani orang lain, kurang sabar, ia mempunyai filosofi bahwa waktu selama 1 hari = 24 jam dirasa kurang bagi dirinya.
    3. TIPE MELANKOLIS. Kelebihan: mendalam n penuh pemikiran, analitis, serius, tekun, jenius, cerdas, berbakat, kreatif, pelaku, optimis, perasa, mudah tersinggung, perasaan bersalah (guilty feeling), artistik atau musikal (cocok banget sebagai dosen, peneliti, wartawan, analis, auditor atau akuntan, seniman musik [pianis, gitaris] n cenderung mengarah konsentrasi musik klasik), menghargai keindahan, idealis, suka dengan jadwal yang tersusun sistematis, suka diagram, grafik, bagan n daftar (list), detail, ekonomis, perasa terhadap orang lain, suka berkorban (altruistik), setia, menghindari perhatian atau publikasi diri, orang dengan tipe ini jarang banget terserang “penyakit” narsis, setia, berbakti, memperhatikan orang lain, cenderung perfeksionis, mau mendengarkan keluhan (cocok banget sebagai psikolog atau konselor), bisa memecahkan masalah orang lain. Kelemahan: mudah tertekan, mudah terlarut dalam kisah-kisah yang sedih, citra diri yang cenderung rendah (minder), kurang asertif, berjiwa terbuka (ekstrovert), tendensi “negative thinking” n gejala kecemasan, suka menunda pekerjaan, kurang mampu menyampaikan ide-nya atau gagasan-nya kepada orang lain, kemampuan public speaking kurang, tuntutan kepada orang lain kadang nggak realisis.
    4. TIPE FLEGMATIS. Kelebihan: rendah hati, nggak sombong, mudah bergaul, punya banyak teman, santai, kalem, mampu membuat suasana menjadi damai-teduh, sabar, hidup konsisten, tenang (profesi yang cocok adalah customer service atau bagian pelayanan masyarakat [humas], psikolog), cerdas, serba guna, bahagia menerima kehidupan, menyenangkan, pendengar yang baik, penolong yang baik, fleksibel, dirinya menjadi orang yang terkenal, tidak suka menyindir, punya belas kasih dan perhatian. Kelemahan: malas, kepentingan pribadi sedikit terabaikan, ketenangan mereka sulit untuk diubah bahkan bagaikan baja, menyembunyikan emosi, mampu bersikap dengan tepat saat dirinya berada dibawah tekanan, suka mengawasi orang lain, cenderung suka menunda tugas atau pekerjaan, kurang mempunyai inovasi n kreativitas, kurang punya pendirian.

      Bill Gates (Microsoft Corporation)

      Diarsipkan di bawah: uneg-uneg — by rinarin @ 5:12 pm

      Di postingan sebelum2nya, sy pernah posting “Seberapa kayakah Bill Gates itu?” Lha, bagi yang penasaran, sapa sih Bill Gates ntu? Kok kaya bgt yah?

      Sebagai orang yang pernah pegang computer, ‘nemen’ bgt dah kalo gag pernah denger nama Bill Gates. Hayoo..

      Oke oke.. biar gag cuma denger namanya doang, nih sy pnya biografinya.

      BILL GATES
      Pendiri & Chief Software Architect Microsoft Corporation

      William H.Gates adalah pimpinan dan Chief Software Archtect Microsoft Corporation. Perusahaan yang menguasai pembuatan perangkat lunak, service, dan teknologi internet untuk komputasi tingkat perorangan dan bisnis. Microsoft memiliki penghasilan sebesar $32.19 miliar untuk tahun fiskal yang berakhir pada Juni 2003, dan telah mempekerjakan karyawan sebanyak lebih dari 54.000 orang di 83 negara.

      Dilahirkan pada tanggal 28 oktober 1955, Gates besar di Seattle dengan 2 orang saudara perempuannya. Ayah mereka, William H. Gates II, adalah seorang pengacara di kota Seattle. Ibu mereka, Mary Gates adalah seorang guru sekolah, wali/pengawas di Universitas Washington, dan ketua (wanita) di United Way International.

      Gates masuk ke sekolah dasar umum dan sekolah swasta Lakeside School. Di sana, ia mengembangkan ketertarikannya di bidang perangkat lunak komputer dan mulai melakukan pemrograman komputer di usai 13 tahun.

      Pada tahun 1973, Gates masuk ke Universitas Harvard sebagai mahasiswa tahun pertama. Di sana, ia tinggal dekat tempat Steve Balmer, yang sekarang adalah CEO Microsoft. Sambil kuliah di Harvard, Gates mengembangkan sebuah versi dalam bahasa pemrograman BASIC yang pertama kali dipakai untuk mikrokomputer yaitu MITS Altair.

      Pada tahun awal kuliah, Gates langsung meninggalkan Harvard untuk mencurahkan segala tenaganya untuk mengembangkan Microsoft, perusahaan yang didirikannya pada tahun 1975 dengan teman sepermainannya, Paul Allen. Dituntun atas keyakinan yang tinggi bahwa komputer akan menjadi alat yang bernilai di setip meja kantor dan di setiap rumah, maka mereka mulai mengembangkan perangkat lunak untuk komputer personal yang saat ini telah menjadi pusat atas kesuksesan Microsoft dalam industri perangkat lunak.

      Di bawah kepemimpinannya, Microsoft terus-menerus meningkatkan teknologi perangkat lunak, dan untuk membuatnya lebih mudah, lebih cost-effective dan lebih bisa dinikmati untuk orang-orang yang menggunakan komputer. Perusahaan ini telah memiliki komitmen untuk rencana jangka panjang. Ini direfleksikan dalam investasinya yang lebih dari $6.8 miliar untuk riset dan pengembangan pada tahun fiskal 2003.

      Tahun 1999, Gates menulis buku berjudul Business @ The Speed of Thought, sebuah buku yang menggambarkan bagaimana teknologi komputer dapat menyelesaikan permasalahan bisnis yang pada dasarnya merupakan cara-cara baru. Buku ini diterbitkan dalam 25 bahasa dan tersedia pada lebih dari 60 negara. Business @ The Speed of Thought menerima sambutan yang sangat meriah dan terdaftar sebagai buku best seller di New York Times, USA Today, The Wall Street Journal dan Amazon.com. Buku Bill Gates sebelumnya, The Road Ahead diterbitkan tahun 1995 sempat menduduki puncak no. 1 di New York Times selama 7 minggu sebagai buku best seller.

      Gates menyumbangkan hasil penjualan buku tersebut ke organisasi-organisasi non profit yang mendukung penggunaan teknologi dalam pengembangan pendidikan dan kemampuan.

      Sebagai bukti cintanya dengan komputer dan perangkat lunak, Gates yang sangat gemar membaca dan senang bermain golf dan bridge ini sangat memberikan perhatian dalam bidang bioteknologi. Ia memiliki jabatan di dalam ICOS, sebuah perusahaan yang memiliki spesialisasi di bidang pengobatan berbasis protein dan molekul kecil, dan ia adalah investor dalam berbagai perusahaan bioteknologi lainnya. Gates juga mendirikan Corbis, yang mengembangkan satu dari sumber daya terbesar di dunia yang menyediakan informasi visual, yaitu arsip digital yang lengkap dan komprehensif mengenai seni dan fotografi dari koleksi publik atau pribadi di seluruh dunia.

      Kedermawanan juga penting bagi miliuner yang menikah pada tanggal 4 Januari 1994 dengan Melinda French Gates tersebut. Ia dan istrinya, Melinda, dikaruniai 3 anak, mereka membantu mendirikan yayasan dengan jumlah bantuah lebih dari $24 miliar, untuk mendukung insentif sumbangan dalam bidang kesehatan dan pendidika global, dengan harapan agar dapat menyongsong abad 21, dan lebih jauh lagi, area-area penting ini akan bisa dinikmati oleh semua orang. Selama ini, Bill dan Melinda Gates Foundation telah menyalurkan lebih dari $3.2 miliar untuk berbagai organisasi yang bekerja secara global di bidang kesehatan; lebih dari $2 miliar untuk meningkatkan kesempatan/peluang belajar, termasuk Gates Library Initiative untuk membawa komputer, Interne Access dan pelatihan ke perpustakaan publik dalam komunitas yang berpenghasilan rendah di United States dan Kanada; lebih dari $477 juta untuk proyek-proyek komunitas di daerah Pacific Northwest; dan lebih dari $488 juta ke proyek khusus dan pada acara kampanye tahunan.

      Amazon, Supermarket Online terbesar di dunia

      Diarsipkan di bawah: uneg-uneg — by rinarin @ 5:10 pm

      Mungkin, e.. kayaknya, enggak enggak, pasti sudah pernah mendengar nama Amazon.com –kan? Ah, masa’ sih gak pernah? Gag mungkin deh, secara .. kerjaannya browsing, googling, punya fs, facebook segala macem masa’ gag pernah denger Amazon.com? Sebatas denger aja.. [hehe,, maksa]

      Oke oke.. udah pernah denger, tapi.. tau gag seh apa itu Amazon.com ? [wkwkwk, kek betjak aja]

      Amazon.com adalah sebuah situs e-commerce berupa toko buku virtual yang menjual buku melalui websitenya.

      Kok ada yang kepikiran bikin ginian ya?

      Pada awalnya terjadi pada bulan Mei tahun 1994. Seorang lelaki berusia 30 tahun sedang duduk di depan kantor di gedung lantai 39 di pusat kota Manhattan, yang sedang mengeksplorasi teknologi yang masih sangat muda yaitu Intenet. Kemudian, ia melihat dengan hampir tidak percaya, bahwa Internet sedang mengalami angka pertumbuhan sebesar 2300% setiap tahun. Angka tersebut bagaikan membangunkan Jeff Bezos dari tidur sehingga membuatnya berpikir keras untuk menentukan bisnis apa yang paling tepat untuk menangkap peluang yang besar ini.

      Sambil memikirkan bisnis yang akan diambilnya, Bezos pada saat itu merupakan salah satu pekerja di D.E. Shaw.

      Bezos lulus dari Universitas princeston, di bidang Teknik Elekro dan Ilmu Komputer. Sebenarnya ia memilih jurusan tersebut adalah di luar rencananya. Semula ia memilih Princeston karena memiliki Departemen Fisika yang legendaris. Setelah lulus pekerjaan pertama yang dilakoninya adalah di Fitel, perusahaan yang baru berdiri yang membangun sebuah jaringan untuk menangani perdagangan keuangan internasional. Ia menghabiskan waktu sekitar 2 tahun di sana.

      Bagaimana sejarahnya Bezos berhasil mengambil manfaat dari ledakan dunia online tersebut ? Internet mulai menjadi wilayah perdagangan bebas sampai tahun 1994 yang dimuat oleh Departemen Pertahanan untuk menjaga jaringan komputer mereka agar bisa senantiasa berkomunikasi dalam hal pendeteksian serangan nuklir. Jaringan tersebut kemudian berevolusi menjadi sebuah jaringan yang menggabungkan lembaga penelitian di universitas dan pemerintah sehingga dapat bertukar pesan dan data melalui berbagai macam platform.

      Pemerintah memutuskan untuk mengembangkan bisnis di Internet dan mengizinkan perusahaan swasta untuk ikut bergabung dan mengembangkan bisnis online ini. Bezos lalu melakukan penelitian terhadap perusahaan yang melakukan pemesanan lewat surat, dan membandingkan bahwa hal serupa dapat dilakukan dengan lebih baik secara online. Ia membuat daftar 20 produk terkemuka yang dapat dipesan lewat surat dan Bezos mengamati metode tersebut dapat memberikan nilai pelayanan terbesar kepada konsumen.

      Bezos menyadari bahwa ia harus membangun toko buku online sendiri. Pernah ia membicarakan gagasannya dengan MacKenzie. Hingga akhirnya pada tanggal 16 Juli 1995, Amazon.com membuka situnya ke seluruh dunia. Selama 30 hari masa percobaanm, dengan tanpa publikasi, Amazon berhasil menjual buku ke 50 negara bagian dan 45 negara.

      Selanjutnya, perusahaan ini tumbuh dan terus tumbuh. Amazon berkembang begitu cepat dan sangat mengejutkan jeff Bezos. Pada bulan mei 1996, Amazon diulas pada halaman depan media Wall Street Journal. Saham IPO (Initial Public Offering) Amazon mencapai $18 per lembar. Sebelum IPO perusahaan modal ventura Kleiner Perkins Caufield & Byers merupakan investor terbesar di Amazon.

      Sekarang Bezos memiliki saham sebesar $25 juta dan hidup dengan santai bersama istri dan keluarganya di Seattle.

      Wuzz.. keren nya’? Tapi jangan salah, Indonesia juga punya’ loh…

      Mei 5, 2008

      Momentum 1 Abad Kebangkitan Nasional? BO vs SI

      Diarsipkan di bawah: uneg-uneg — by rinarin @ 8:14 am

      Di berbagai media, di tengah kesulitan hidup yang kian melilit rakyat, di tengah kemiskinan yang kian menjadi, di tengah keputus-asaan rakyat banyak yang kian membuncah, di tengah himpitan kemelaratan, di tengah pesta korupsi dan mark-up anggaran negara (baca: uang rakyat) yang dilakukan para pejabat negara, memasuki bulan Mei 2008 bangsa ini dicekoki dengan ‘Momentum 1 Abad Kebangkitan Nasional’. Hal ini tentunya dikaitkan dengan berdirinya organisasi Boedhi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908.

      BO sama sekali tidak berhak dijadikan tongak kebangkitan nasional karena BO sama sekali tidak pernah mencita-citakan kemerdekaan, pro-penjajahan yang dilakukan Belanda, dan banyak tokohnya anggota aktif Freemasonry yang merupakan organisasi pendahulu dari Zionisme. Seharusnya, tonggak kebangkitan nasional disematkan pada momentum berdirinya organisasi Syarikat Dagang Islam (SDI) yang kemudian berubah menjadi Syarikat Islam (SI) pada tahun 1905, tiga tahun sebelum BO.

      Dipilihnya tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, sesungguhnya merupakan suatu penghinaan terhadap esensi perjuangan merebut kemerdekaan yang diawali oleh tokoh-tokoh Islam. Karena organisasi Syarikat Islam (SI) yang lahir terlebih dahulu dari Boedhi Oetomo (BO), yakni pada tahun 1905, yang jelas-jelas bersifat nasionalis, menentang penjajah Belanda, dan mencita-citakan Indonesia merdeka, tidak dijadikan tonggak kebangkitan nasional.

      Mengapa BO yang terang-terangan antek penjajah Belanda, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, a-nasionalis, tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, dan anti-agama malah dianggap sebagai tonggak kebangkitan bangsa? Ini jelas kesalahan fatal.

      BO didirikan di Jakarta tanggal 20 Mei 1908 atas prakarsa para mahasiswa kedokteran STOVIA, Soetomo dan kawan-kawan. Perkumpulan ini dipimpin oleh para ambtenaar, yakni para pegawai negeri yang setia terhadap pemerintah kolonial Belanda. BO pertama kali diketuai oleh Raden T. Tirtokusumo, Bupati Karanganyar kepercayaan Belanda, yang memimpin hingga tahun 1911. Kemudian dia diganti oleh Pangeran Aryo Notodirodjo dari Keraton Paku Alam Yogyakarta yang digaji oleh Belanda dan sangat setia dan patuh pada induk semangnya.

      Karena sifatnya yang tunduk pada pemerintahan kolonial Belanda, maka tidak ada satu pun anggota BO yang ditangkap dan dipenjarakan oleh Belanda. Arah perjuangan BO yang sama sekali tidak berasas kebangsaan, melainkan chauvinisme sempit sebatas memperjuangkan Jawa dan Madura saja telah mengecewakan dua tokoh besar BO sendiri, yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya hengkang dari BO.

      Bukan itu saja, di belakang BO pun terdapat fakta yang mencengangkan. Ketua pertama BO yakni Raden Adipati Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, ternyata adalah seorang anggota Freemasonry. Dia aktif di Loge Mataram sejak tahun 1895.

      Guna mengetahui perbandingan antara kedua organisasi tersebut—SI dan BO—maka di bawah ini dipaparkan perbandingan antara keduanya:

      Tujuan:

      - SI bertujuan Islam Raya dan Indonesia Raya,

      - BO bertujuan menggalang kerjasama guna memajukan Jawa-Madura (Anggaran Dasar BO Pasal 2).

      Sifat:

      - SI bersifat nasional untuk seluruh bangsa Indonesia,

      - BO besifat kesukuan yang sempit, terbatas hanya Jawa-Madura,

      Bahasa:

      - SI berbahasa Indonesia, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Indonesia,

      - BO berbahasa Belanda, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Belanda

      Sikap Terhadap Belanda:

      - SI bersikap non-koperatif dan anti terhadap penjajahan kolonial Belanda,

      - BO bersikap menggalang kerjasama dengan penjajah Belanda karena sebagian besar tokoh-tokohnya terdiri dari kaum priyayi pegawai pemerintah kolonial Belanda,

      Sikap Terhadap Agama:

      - SI membela Islam dan memperjuangkan kebenarannya,

      - BO bersikap anti Islam dan anti Arab (dibenarkna oleh sejarawan Hamid Algadrie dan Dr. Radjiman)

      Perjuangan Kemerdekaan:

      - SI memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mengantar bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan,

      - BO tidak pernah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan telah membubarkan diri tahun 1935, sebab itu tidak mengantarkan bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan,

      Korban Perjuangan:

      - Anggota SI berdesak-desakan masuk penjara, ditembak mati oleh Belanda, dan banyak anggotanya yang dibuang ke Digul, Irian Barat,

      - Anggota BO tidak ada satu pun yang masuk penjara, apalagi ditembak dan dibuang ke Digul,

      Kerakyatan:

      - SI bersifat kerakyatan dan kebangsaan,

      - BO bersifat feodal dan keningratan,

      Melawan Arus:

      - SI berjuang melawan arus penjajahan,

      - BO menurutkan kemauan arus penjajahan,

      Kelahiran:

      - SI (SDI) lahir 3 tahun sebelum BO yakni 16 Oktober 1905,

      - BO baru lahir pada 20 Mei 1908,

      Jadi, mengapa Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei? Adakah alasan untuk mempertahankan 20 Mei?
      Harusnya, mulai hari ini juga kita menghitamkan tanggal 20 Mei dan melingkari dengan spidol merah tanggal 16 Oktober sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

      7 mitos salah yang dipercaya oleh dokter

      Diarsipkan di bawah: uneg-uneg — by rinarin @ 8:12 am

      Budaya populer dipenuhi oleh mitos dan legenda. Sebagian besar tidak berbahaya. Namun ketika dokter mulai percaya dengan mitos, mungkin ini sudah saatnya untuk waspada.

      Mitos: Manusia hanya menggunakan 10 persen dari kapasitas otaknya.

      Fakta: Dokter dan pelawak, sering mensitasi pernyataan ini. Ia sering secara sembrono dihubungkan dengan Albert Einstein. Namun scan MRI, scan PET, dan studi radiologi telah menunjukkan bahwa tidak ada area mengganggur (dormant) pada otak. Setelah melihat neuron individu pada sel, ternyata tidak ditemukan area yang inaktif. Studi metabolik mengenai bagaimana sel otak memproses kimiawi tubuh menunjukkan tidak adanya area yang tidak berfungsi. Menurut dr Aaron Caroll, asisten profesor pediatrik, mitos ini kemungkinan berasal dari para motivator kepribadian di tahun 1900an yang ingin meyakinkan audiensnya bahwa mereka belum mencapai potensi mereka secara penuh.

      Mitos: Anda sebaiknya minum setidaknya delapan gelas perhari.

      Fakta: “Tidak ada bukti medis yang menyatakan bahwa anda memerlukan air sebanyak itu”. Demikian kata dr. Rachel Vreeman, peneliti pediatrik. Menurut Vreeman, mitos ini berasal dari tahun 1945, dimana Badan Nutrisi Amerika Serikat merekomendasikan bahwa seorang individu mengkonsumsi cairan sebanyak 8 gelas. Bersamaan dengan berjalannya waktu, kata ‘cairan’ berubah menjadi air. Namun air yang berada pada buah, sayuran, kopi, dan cairan lainnya seharusnya juga dihitung.

      Mitos: Kuku jari dan rambut akan tumbuh setelah kematian.

      Fakta: Sebagian besar dokter pada awalnya meyakini hal ini. Namun setelah mereka pikirkan lebih jauh, ini tidak mungkin. Yang terjadi adalah sebagai berikut. “Sewaktu kulit tubuh mengering, jaringan lunak, terutama kulit, mengalami pengkerutan’. Demikian kata Vreeman. “ Kuku kelihatan lebih terlihat sewaktu kulit mengering. Hal yang sama juga terjadi dengan rambut, namun tidak terlalu jelas. Ketika kulit menyusut kedalam, rambut terlihat lebih kelihatan di permukaan kulit.”

      Mitos: Rambut yang dicukur tumbuh lebih cepat, lebih gelap, dan lebih besar.

      Fakta: Pada uji klinis tahun 1928 telah membandingkan pertumbuhan rambut di bagian kulit kepala yang dicukur dan yang tidak dicukur. Rambut yang digantikan oleh rambut yang dicukur ternyata tidak lebih gelap, lebih tebal, atau lebih cepat pertumbuhannya. Kajian yang lebih mutakhir telah mengkonfirmasikan hal ini. Inilah yang terjadi. Ketika rambut mulai tumbuh setelah dicukur, ia tumbuh dengan ujung tumpul, demikian penjelasan Caroll dan Vreeman. Seiring dengan berjalannya waktu, ujung tumpul tersebut menjadi semakin tumpul, sehingga rambut menjadi kelihatan lebih tebal. Rambut yang baru tumbuh bisa kelihatan lebih gelap juga, karena ia belum terkena paparan sinar matahari.

      Mitos: Membaca di lampu redup merusak penglihatan.

      Fakta: Peneliti tidak menemukan bukti bahwa membaca di lampu redup menyebabkan kerusakan mata permanen. Ia dapat menyebabkan tegangan mata dan sementara mengurangi ketajaman penglihatan, yang segera akan pulih.

      Mitos: Makan Kalkun membuat mengantuk.

      Fakta: Bahkan Carroll dan Vreeman meyakini hal ini, sampai mereka melakukan riset. Yang dipelajari, ternyata terdapat zat triptofan di kalkun yang menyebabkan ngantuk. Namun kalkun tidak mengandung zat itu lebih banyak daripada ayam atau sapi. Mitos ini didorong oleh fakta bahwa kalkun sering dimakan secara ‘kolosal’ bersama hidangan lain sewaktu liburan, sering kali dengan minuman keras. Dua hal itu bisa menyebabkan rasa kantuk.

      Mitos: Ponsel dilarang digunakan di rumah sakit.

      Fakta: Tidak ditemukan adanya kasus kematian berhubungan dengan hal ini. Kasus interferensi dengan instrumen rumah sakit biasanya tidak serius, demikian temuan peneliti. Dalam satu kasus, handphone ditemukan telah menginterferensi 4 persen dari instrumen, namun hanya ketika telfon berada dalam jarak 1 meter dari instrumen. Kajian yang lebih baru, tahun ini, menemukan tidak adanya interferensi pada 300 tests di 75 ruang perawatan. “Ketika kami mendiskusikan kajian ini, dokter kelihatan tidak percaya bahwa handphone tidak menggagu instrumen.’ Demikian kata Vreeman. “Namun setelah kami memaparkan bukti medis, mereka akhirnya percaya bahwa kepercayaan seperti itu tidak tepat.”

      Program Heap Sort

      Diarsipkan di bawah: Java programming — by rinarin @ 8:11 am

      class MyNode {
      private int iData;

      public MyNode(int key) {
      iData = key;
      }

      public int getKey() {
      return iData;
      }

      }

      public class HeapSort {
      private MyNode[] heapArray;

      private int maxSize;

      private int currentSize; // number of items in array

      public HeapSort(int mx) {
      maxSize = mx;
      currentSize = 0;
      heapArray = new MyNode[maxSize];
      }

      public MyNode remove()
      {
      MyNode root = heapArray[0];
      heapArray[0] = heapArray[--currentSize];
      trickleDown(0);
      return root;
      }

      public void trickleDown(int index) {
      int largerChild;
      MyNode top = heapArray[index];
      while (index < currentSize / 2)
      {
      int leftChild = 2 * index + 1;
      int rightChild = leftChild + 1;
      // find larger child
      if (rightChild < currentSize
      &&
      heapArray[leftChild].getKey() < heapArray[rightChild]
      .getKey())
      largerChild = rightChild;
      else
      largerChild = leftChild;

      if (top.getKey() >= heapArray[largerChild].getKey())
      break;

      heapArray[index] = heapArray[largerChild];
      index = largerChild;
      }
      heapArray[index] = top;
      }

      public void displayHeap() {
      int nBlanks = 32;
      int itemsPerRow = 1;
      int column = 0;
      int currentIndex = 0;
      while (currentSize > 0)
      {
      if (column == 0)
      for (int k = 0; k < nBlanks; k++)
      System.out.print(’ ‘);
      System.out.print(heapArray[currentIndex].getKey());

      if (++currentIndex == currentSize) // done?
      break;

      if (++column == itemsPerRow) // end of row?
      {
      nBlanks /= 2;
      itemsPerRow *= 2;
      column = 0;
      System.out.println();
      } else
      for (int k = 0; k < nBlanks * 2 – 2; k++)
      System.out.print(’ ‘); // interim blanks
      }
      }

      public void displayArray() {
      for (int j = 0; j < maxSize; j++)
      System.out.print(heapArray[j].getKey() + ” “);
      System.out.println(”");
      }

      public void insertAt(int index, MyNode newNode) {
      heapArray[index] = newNode;
      }

      public void incrementSize() {
      currentSize++;
      }

      public static void main(String[] args){
      int size, i;

      size = 10;
      HeapSort theHeap = new HeapSort(size);

      for (i = 0; i < size; i++) {
      int random = (int) (java.lang.Math.random() * 10);
      MyNode newNode = new MyNode(random);
      theHeap.insertAt(i, newNode);
      theHeap.incrementSize();
      }

      System.out.print(”Random: “);
      theHeap.displayArray();
      for (i = size / 2 – 1; i >= 0; i–)
      theHeap.trickleDown(i);

      System.out.print(”Heap:   “);
      theHeap.displayArray();
      theHeap.displayHeap();
      for (i = size – 1; i >= 0; i–) {
      MyNode biggestNode = theHeap.remove();
      theHeap.insertAt(i, biggestNode);
      }
      System.out.print(”\n\nSorted: “);
      theHeap.displayArray();
      }
      }

      Program Quick Sort

      Diarsipkan di bawah: Java programming — by rinarin @ 8:10 am

      import java.util.*;

      class Node{
      int data;
      boolean status;

      public Node(){
      status = false;
      }
      }

      public class QuickSort {
      static int bintang;
      public static void main(String[] args){
      Scanner input = new Scanner (System.in);

      Node[] angka;
      System.out.println(”Masukkan bilangan (dipisah spasi) :”);
      String bil = input.nextLine();
      String[] in = bil.split(” “);

      angka = new Node[in.length];
      for(int i=0;i<in.length;i++){
      angka[i] = new Node();
      angka[i].data = Integer.parseInt(in[i]);
      }

      quickSort(angka);
      System.out.println(”Hasil sorting :”);
      cetak(angka);
      }

      static void cetak(Node[] angka){

      for(int i=0;i<angka.length;i++){
      if(i==bintang)
      System.out.print(”*   “);
      else  System.out.print(angka[i].data+”   “);
      }
      System.out.println();
      }

      static void quickSort (Node[] angka){
      int pivot,pivotIndex,pointer;

      if(angka.length>=1){

      pivotIndex = 0;
      pointer = angka.length;
      boolean kanan = true;

      while(pivotIndex<angka.length-1){
      pivot = angka[pivotIndex].data;
      pointer–;
      while(pointer!=pivotIndex){
      if(kanan){
      if(angka[pointer].data<pivot){
      angka[pivotIndex].data = angka[pointer].data;
      int temp = pivotIndex;
      pivotIndex = pointer;
      pointer = temp+1;
      kanan = false;
      }
      else  pointer–;
      }
      else{
      if(angka[pointer].data>pivot){
      angka[pivotIndex].data = angka[pointer].data;
      int temp = pivotIndex;
      pivotIndex = pointer;
      pointer = temp-1;
      kanan = true;
      }
      else  pointer++;
      }
      bintang = pivotIndex;
      System.out.println(”Pivot = “+pivot);
      cetak(angka);
      System.out.println();
      }
      angka[pivotIndex].data = pivot;
      angka[pivotIndex].status = true;

      bintang = angka.length;
      cetak(angka);
      System.out.println();

      pivotIndex = 0;
      while(pivotIndex<angka.length && angka[pivotIndex].status)
      pivotIndex++;
      pointer = pivotIndex + 1;
      while(pointer<angka.length && !angka[pointer].status)
      pointer++;
      kanan = true;
      }
      }
      }
      }

      Program Merge Sort

      Diarsipkan di bawah: Java programming — by rinarin @ 8:09 am

      public class MergeSort {
      private long[] theArray;

      private int nElems;

      public MergeSort(int max) {
      theArray = new long[max];
      nElems = 0;
      }

      public void insert(long value) {
      theArray[nElems] = value; // insert it
      nElems++; // increment size
      }

      public void display() {
      for (int j = 0; j < nElems; j++)
      System.out.print(theArray[j] + ” “);
      System.out.println(”");
      }

      public void mergeSort() {
      long[] workSpace = new long[nElems];
      recMergeSort(workSpace, 0, nElems – 1);
      }

      private void recMergeSort(long[] workSpace, int lowerBound, int upperBound) {
      if (lowerBound == upperBound) // if range is 1,
      return; // no use sorting
      else { // find midpoint
      int mid = (lowerBound + upperBound) / 2;
      // sort low half
      recMergeSort(workSpace, lowerBound, mid);
      // sort high half
      recMergeSort(workSpace, mid + 1, upperBound);
      // merge them
      merge(workSpace, lowerBound, mid + 1, upperBound);
      }
      }

      private void merge(long[] workSpace, int lowPtr, int highPtr, int upperBound) {
      int j = 0; // workspace index
      int lowerBound = lowPtr;
      int mid = highPtr – 1;
      int n = upperBound – lowerBound + 1; // # of items

      while (lowPtr <= mid && highPtr <= upperBound)
      if (theArray[lowPtr] < theArray[highPtr])
      workSpace[j++] = theArray[lowPtr++];
      else
      workSpace[j++] = theArray[highPtr++];

      while (lowPtr <= mid)
      workSpace[j++] = theArray[lowPtr++];

      while (highPtr <= upperBound)
      workSpace[j++] = theArray[highPtr++];

      for (j = 0; j < n; j++)
      theArray[lowerBound + j] = workSpace[j];
      }

      public static void main(String[] args) {
      int maxSize = 100; // array size
      MergeSort arr = new MergeSort(maxSize); // create the array

      arr.insert(14);
      arr.insert(21);
      arr.insert(43);
      arr.insert(50);
      arr.insert(62);
      arr.insert(75);
      arr.insert(14);
      arr.insert(2);
      arr.insert(39);
      arr.insert(5);
      arr.insert(608);
      arr.insert(36);
      System.out.print(”Sebelum disorting : “);
      arr.display();
      arr.mergeSort();
      System.out.print(”\nSetelah disorting : “);
      arr.display();
      System.out.println();
      }
      }

      Program Insertion Sort

      Diarsipkan di bawah: Java programming — by rinarin @ 8:09 am

      import java.util.*;

      class node{
      int data;
      node next,prev;
      public node(int n){
      data = n;
      next = prev = null;
      }
      }

      class list{
      node head,tail;
      public list(){
      head = tail = null;
      }

      void addLast(int n){
      node input = new node(n);
      if(head==null){
      head = tail = input;
      }
      else{
      tail.next = input;
      input.prev = tail;
      tail = input;
      }
      }

      public void insertion()
      {
      node flag=head;
      node pencari;
      int temp;
      do
      {
      if (flag.next.data<flag.data)
      {
      pencari=flag;
      while (flag.next.data>pencari.data)
      {
      pencari=pencari.prev;
      }
      temp=pencari.data;
      pencari.data=flag.next.data;
      flag.next.data=temp;
      }
      flag=flag.next;
      } while (flag.next!=null);
      }

      void cetak (){
      node temp = head;
      while(temp!=null){
      System.out.print(temp.data+” “);
      temp = temp.next;
      }
      }
      }

      public class InsertionSort{
      public static void main (String[] args){
      Scanner input = new Scanner (System.in);
      System.out.print(”Jumlah bilangan : “);
      int n = input.nextInt();
      list angka = new list();

      System.out.println(”Masukkan bilangan :”);
      for(int i=0;i<n;i++) {
      System.out.print(”=> “);
      int a = input.nextInt();
      angka.addLast(a);
      }

      System.out.println(”Urutan bilangan dari kecil ke besar :”);
      for(int i=0;i<n-1;i++){
      angka.insertion();
      }
      angka.cetak();
      System.out.println();
      }
      }

      Halaman Berikutnya »

      Didukung oleh WordPress.com